Mengenal Investasi, Tip Untuk Melakukan Perencanaan Keuangan

Kategori Investasi
Mengenal Investasi, Tip Untuk Melakukan Perencanaan Keuangan

Investasi cepat menguntungkan memangnya ada? Tentu saja ada. Namun kalo kamu belum tau dan ingin mempelajari lebih dalam tentang investasi, bisa simak terus artikel ini yaa.

Penting bagi siapa pun untuk melakukan perencanaan keuangan dengan matang dan baik. Tanpa melakukan perencanaan dan let it flow (belanja) saja malah bisa membahayakan dompet mu.

Mungkin kalimat yang terlintas ketika melihat Perencanaan Keuangan adalah “sebuah proses rumit dan panjang”. Ada yang berpendapat kalo hanya orang-orang yang banyak uang saja yang dapat melakukan perencanaan keuangan.

Kata “proses” dan “tujuan” menjadi 2 kata yang paling cocok untuk mendefinisikan apa itu perencanaan keuangan. Jadi, perencanaan keuangan adalah suatu proses untuk mencapai suatu tujuan.

Baca juga: Tips Memilih Pinjaman Dana Cepat yang Aman

 

Kalo kamu menginginkan atau merindukan perencanaan keuangan yang baik tanpa memperbaiki pola pikir mu tentang keuangan itu sendiri yang mungkin keliru, tidak menutup kemungkinan perencanaan itu selamanya tetap menjadi sebuah rencana.

Ingat bahwa di dalam perencanaan keuangan, kamu harus secara konsisten dan sabar dalam melakukannya. Konsisten atau tidaknya dipengaruhi oleh pengetahuan, pengalaman, dan juga lingkungan yang selama ini kamu jalani. Pola pikir mu sangat berperan penting di sini.

Investasi

Mudahnya, investasi itu kamu membeli suatu barang bernilai jual tinggi yang diharapkan dapat memberikan kamu keuntungan besar di masa depan.

Investasi ini banyak bentuknya, apa saja?

1. Reksadana

Jenis investasi yang satu ini dirancang untuk masyarakat pemodal kecil yang tidak menginginkan investasi dengan risiko yang besar. Juga dirancang untuk masyarakat yang baru mau mulai belajar berinvestasi.

Berikut ada 4 jenis reksa dana:

  • Reksadana pasar uang

Reksadana pasar uang adalah jenis investasi dengan durasi sampai satu tahun.

Contoh instrumen investasi seperti time deposit (deposito berjangka), certificate of deposit (sertifikat deposito), Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) dan berbagai jenis instrumen investasi pasar uang lainnya.

Baca juga: Mengenal Jenis-jenis dan Istilah dalam Aset

  • Reksadana pendapatan tetap

Reksadana pendapatan tetap adalah jenis reksadana yang menginvestasikan setidaknya 80 persen dari aktivanya dalam bentuk utang atau obligasi.

Tujuannya untuk menghasilkan tingkat return yang stabil. Selain itu, risikonya juga relatif lebih besar dibandingkan dengan reksadana pasar uang.

  • Reksadana campuran

Dana investasi reksadana campuran dialokasikan ke portofolio yang bervariasi berupa saham dan dapat dikombinasikan dengan obligasi.

Potensi return reksadana campuran (bersifat moderat) relatif lebih besar dari reksadana pendapatan tetap.

  • Reksadana saham

Dana yang diinvestasikan ke reksadana saham minimal 80 persen dari aktivanya dalam bentuk efek bersifat ekuitas.

Jenis reksadana ini memiliki risiko yang tinggi tetapi mempunyai return yang lebih besar dari pada jenis reksadana lainnya.

2. Investasi emas

Sudah sejak lama, emas atau logam mulia menjadi pilihan banyak orang untuk berinvestasi. Emas memiliki nilai yang cenderung stabil dan harga jualnya meningkat.

Selain itu, emas dinilai “kebal” atas inflasi dan guncangan ekonomi, serta tingginya likuiditas emas hingga mudah untuk dijual kapan saja saat seseorang membutuhkan dana (yang mendesak).

3. Investasi properti

Properti juga termasuk investasi. Membeli atau membangun rumah maupun apartment di tahun 2019, dan menyewakan atau menjualnya kembali beberapa tahun kemudian dapat memberikan keuntungan. Karena, setiap tahunnya properti pasti mengalami kenaikan harga.

4. Deposito

Deposito adalah salah satu jenis investasi yang mirip-mirip dengan reksadana. Sederhananya, kamu buka tabungan deposito minimal Rp5 juta di bank pilihan kamu selama beberapa tahun. Kemudian, keuntungan yang kamu dapat yaitu dari persenan bunga yang lebih besar dari pada tabungan biasa.

Dana baru bisa kembali ditarik setelah beberapa tahun kemudian yang durasi menabungnya sudah kamu sesuaikan dengan bank.

5. Unitlink

Unitlink adalah jenis investasi yang mempunyai 2 macam penyimpanan. Yang pertama untuk asuransi, kemudian yang ke 2 untuk investasi.

Dapatkan informasi lainnya hanya di CekAja.com

https://www.cekaja.com/investasi/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *